kejujuran hati

Cinta kurasa bukan segalanya …..
Memang aku cinta dia, tapi kenapa cinta ini memaksa aku untuk menjadi orang yang bodoh.
Yang rela sakit hati karena cinta.
Kini aku tau kenapa wanita tidak ingin di dua kan.
Karena laki2 egois dan tak akan pernah bisa adil seperti Nabi.
Laki2 sekarang lebih mementingkan nafsunya daripada cintanya.
Cintanya hilang di telan ambisi nafsunya yang tinggi.
Ingin memiliki, tapi menyakiti.
Aku sudah berusaha untuk tidak jauh dalam lagi terpaku dengannya.
Tapi aku merasa, hatiku tak bisa.
Entah sudah berapa banyak airmata yang terbuang.
Entah sudah berapa kali hatiku tersakiti.
Cinta karena nafsu tak pernah abadi dan sejati.
Tak pernah menyatu.
Aku tak kuat, mungkin aku egois.
Padahal waktuku bersamanya lebih banyak.
Tapi justru itu yang membuat aku tak pernah rela kau kembali padanya.
Aku tau otak mu terbagi seribu dengan ragam macam masalah pribadi dan kerjaanmu.
Maka itu, aku mundur.
Untuk mengurangi sedikit kegalauan hatimu.
Aku bahagia dengan dirimu, cintamu, dan nafsumu.
Bukan, tapi kita. Dan kebodohanku juga keegoisanku.
Mungkin kau lebih baik tanpa aku.
Tanpa cinta ku.

Maried

Menikah ?????
Entah apa yang dipikirkan oleh kedua orang tua dan sanak keluargaku …..
Apa karena hanya adik sudah lebih dahulu menikah dariku. ?
Mereka hanya berucap kalau usiaku sudah cukup untuk itu, tetapi aku sama sekali belum menginginkannya. Aku masih ingin sibuk dengan karierku, teman-temanku, juga kebebasanku. Menikah hanyalah suatu ikatan didalam berumah tangga, dan aku belum ingin terikat untuk itu.
Oh, god …. Dunia seperti menjepitku, apakah aku harus menikah sekarang dan melepaskan seragam lajangku ?
Itu belum semuanya aku pikirkan, dan siapa nanti yang akan bisa menuntunku ? Sabar dengan keegoisanku, meluluhkan keras kepalanya aku ? Oh, tidak. Aku sama sekali tidak pernah tau itu ……
Menikah itu beban terberat dalam hidupku, bagaimana tidak ! Aku harus meninggalkan karierku dan mengurus urusan rumah tangga, suami dan juga anak-anak. Itu sudah cukup memberatkan otakku sekarang.
” wes ”
ya, Tuhan…… Aku terperangah, secepat kilat aku menangkap siapa yang memanggilku.
” kamu kenapa ? Dari tadi aku liat kamu melamun dan suntuk sekali ”.
Oh, itu bryan ternyata…… Agak sedkit lega dan menghembuskan perlahan nafas shock ku tadi.
” tidak ada apa-apa bryan, hanya ada sedikit pikiran tentang menikah ”.
Tapi, tiba-tiba tersentak kaget aku …. Mendengar tertawa bryan yang ampun kerasnya. Aku hanya bisa nyengir dan diam sampai dia puas tertawa.
” sejak kapan kamu memikirkan itu wes ?”
” bukan aku, tapi family dan Ortu ku .”
” aku kira dirimu ”
” aku saja belum memikirkan untuk menikah ”
” bilang saja belum dapat yang bisa di ajak nikah ”
oh, god…… Dia tertawa lagi, refleks aku mengambil kue di atas meja dan kusumbat kedalam mulutnya yang nganga’ lebar. Hingga agak meringgis dia, aku hanya tersenyum merasa lebih menang dari suara tertawa bryan yang jelek dan keras.
” jahat amat sch ? Huh …..”
” makanya jangan ketawa mulu, bantuin kenapa ? ”
” bantuin apa ? ”
” bantu doa ajha biar aku cepet maried sama kamu ”
Dengan nada mengejek, aku berlalu dari hadapan dan meninggalkan bryan dengan wajah memerahnya, setengah terpesona mungkin atau setengah malu. Karena selain akrab jadi sahabatku dia juga punya rasa spesial buatku. Aku tau itu karena dari sikapnya padaku selama ini …..
***
Malam ini begitu dingin, aku duduk dijendela kamarku. Kuliat ada sebuah mobil masuk kedalam halaman rumahku.
” bryan,,, ” pikirku …
Secepat kilat aku turun, sebelum mama memanggilku, karena jika mama teriak bisa bangunin ayam yang lagi ngorok.
Benar perkiraanku, bryan yang datang. Dia tersenyum manis padaku, membuat dia terlihat makin elegan dengan kemeja putih dan celana jeans yang dia pakai.
” malam, nona ? ”
” malam ” jawabku
” aku boleh ngajak ….. ”
belum selesai bryan bicara, mama udah memotong pembicaraannya .
” tentu saja bryan, sangat boleh…. Inikan malam minggu, ”
aku hanya nyengir dengan ucapan mama tadi. Tapi tiba-tiba sontak aku kaget karena mama mendorongku kekamar, dan dengan senyumnya yang dibuat-buat mama sempat bilang ke bryan untuk menungguku berganti baju ….
” huh … ” gerutuku
aku males jalan-jalan, enak juga dirumah.
Tidak lama aku turun dengan kaos panjang biru dan celana jeans pendek. Kulihat mama asik ngobrol dengan bryan, …. Aku mulai berpikir untuk mencoba bryan. Entah kenapa aku punya pikiran seperti itu.
” nah, ini westhi udah siap.. Tapi ….. ”
agak melotot iya memandangku
” kamu kok pakai baju seperti ini, kan jalannya sama bryan ”
” gak, apa-apa tante. Aku udah biasa kok jalan sama westhi seperti ini ”
agak sedikit mengejek sekaligus pamit, aku melambaikan tanganku.
” dahhhhh mama….. ”
Aku masuk kemobil duluan, walau aku liat bryan sepertinya ingin membukakan pintu. Kami pun berlalu dari halaman rumahku, mulai menuju jalanan yang masih sarat dengan orang yang sibuk lalu lalang entah kemana.
” kita kemana bryan ? ”
” kamu mau kemana ? ”
yah, nie anak,… Kita yang tanya malah dia yang nanya balik …..
” kemana ajha dch ”
” ok, aku mau kenalin kamu keseseorang ”
dengan senyum jeleknya, dia mulai menuju kearah dimana kami akan singgah. Ehm…. Sebuah cafe di pertigaan jalan, lumayan keren.
Kami turun dan mencari tempat.
” aku rasa dia belum datang ”
Tapi, tiba-tiba…..
” bryan !!!! ”
suara yang agak berat itu mengejutkanku, beda sekali dengan suara bryan yang agak sedikit lembut, walau kalau ketawa jelek amat. Aku menoleh kesuara tadi, tampak olehku seorang lelaki cakep, tinggi, dan atletis, juga sangan elegant dengan kemeja dan celana kain yang dia pakai. Disampingnya ada seorang cewek yang tinggi semampai karena sepatunya ketinggian, dengan dress atasan yang keliatan cukup mahal. Rambutnya yang dibuat ikal menambah anggun penampilannya.
Sontak saja aku terperangah dengan sambutan dari bryan yang segitunya, dia gak bilang akan bertemu kolega malam ini. Dikantor bryan adalah atasanku, tapi aku gak bisa menganggapnya seperti itu.
Ketika mereka duduk, bryan mulai memperkenalkanku.
” ehm… Kenalkan ini temen saya sekaligus partner kerja dikantor ”.
Yang laki-laki mulai menyodorkan tangannya padaku seraya mengucap nama.
” jordy, tapi panggil saja Joe …. ”
” westhi ”
hem, perasaanku gak nentu melihat jordy yang aduhai bagiku, terlalu elegant. Dan melihat bryan, aku serasa ingin menonjok tongosnya, karena dia gak bilang dari awal tentang ini, atau mungkin dia gak sempat bilang, karena mama motong ocehannya bryan.
Pertemuan yang sangat mengecewakan, …
Tunggu dulu, kenapa bryan sedekat itu dengan cewek tadi… Ada apa ? Kenapa bryan tidak pernah cerita hal itu denganku.
Gondok juga aku malam ini, ..
” aku kebelakang dulu ya ”
mencoba membuyarkan kesibukan mereka masing-masing.
” aku antar ”, sambut bryan.
” gak usah aku bisa sendiri ”,
sambil berlalu, aku mencoba jalan memutar hingga kedepan pintu cafe dan keluar.
Kupanggil taxi yang lewat, kuarahkan menuju rumah. Tidak perduli bryan akan ngomong apa, tapi aku benci dibuat seperti ini. Gak ada yang special, hanya makin dongkol ajha.
” pak, kejalan merdeka ajha di dekat gorong ya ”
aku memutar balik arah, kalau aku pulang cepat mama akan banyak pertanyaan.
Sebaiknya aku jalan-jalan saja, walau sendiri. Aku sudah sampai ditempat yang aku tuju, cukup ramai pengunjungnya. Aku mendekati mamang sate, seraya memesan 1 porsi.
Kebetulan laper juga.
Sudah pukul 11 malem, handphone sengaja aku matikan, agar tidak ada yang mengganggu kesenanganku malam ini.
Aku berjalan kaki sendiri, sambil menunggu taxi yang lewat. Gak ada 1 pun, tiba-tiba seperti ada sebuah mobil yang mendekatiku. Aku sontak kaget, mobil itu berenti didepanku. Belum sempat keluar ocehan kotorku, aku justru teperangah dengan sosok orang yang keluar dari mobil.
” bryan ,,,, ”
dengan nada kecil aku memanggilnya, terpikir diotakku untuk kabur dari hadapannya, tapi cengkraman tangan bryan lebih cepat dari dugaanku. Dia menarik dan memelukku dengan sangat erat, jelas betul aku mendengar desahan nafasnya yang tidak teratur.
” kamu kemana ajha ? Aku dari tadi cariin kamu … Dihubungi nomormu gak aktif, ditanya kerumah kamu belum pulang, kamu mau buat aku mati ya ? ”
aku coba keluar dari pelukannya, tapi pelukan itu semakin erat hingga membuatku sesak, aku mendengar bryan menangis untuk yang pertama kalinya.
” kenapa kamu mencariku ? Bukankah kau sudah cukup bahagia dengan kedua orang tadi ? ”.
Bryan melepaskan pelukannya, mengusap air matanya, dan menatapku tajam.
” maafkan aku, karena tadi aku begitu asik dengan keadaan, hingga aku lupa ada kamu disitu ”.
” maksudnya ”, aku heran
” aku tadi ingin mengenalkanmu dengan saudara kandungku dan juga tunangannya, jordy ”
” hah ?????? ”’
jelas ajha aku kaget, ternyata mereka tadi akan segera menikah, padahal aku mengagumi joe, walau sedikt tidak enak hati denga bryan. Tapi tunggu, bukan gak enak hati, tapi cemburu….
Ya, mungkin itu sebagian yang membuatku tidak betah di cafe.
” ya, maafkan aku… ”
” maaf kenapa ? ”
” aku ingin mengenalkanmu sebagai calon kekasihku ”
” calon kekasih ? ”
” iya, karena kamu belum jawab pertanyaanku ”
” kapan kamu tanya ? Dan tanya apa ? ”
dengan wajah yang agak sedkiti begok, dan benar-benar gak paham dengan apa yang bryan katakan.
” untuk yang kesekian kalinya, kamu maukan jadi kekasihku dan juga pendamping hidupku ? Aku memilih kamu, karena kamu sudah mengenalku, dan aku sudah mengenalmu ”.
Aku hanya mencoba menyembunyikan rasa maluku, dan jantungku yang berdetak kencang, padahal ini sudah yang kesekian kalinya dia bilang begitu. Aku belum bisa menjawab, karena aku rasa lidahku kelu, entah kenapa…
Dan sepertinya dia menunggu jawaban dariku, walau dia tau akan kecewa lagi mendengarnya.
Tapi tak ada salahnya aku mencoba untuk jujur kali ini pada diriku sendiri.
” ya, baiklah ….. ”
belum selesai aku bicara dia sudah memotong ocehanku itu.
” benarkah ? ”
kulihat tersirat diwajahnya begitu bahagia, aku berteriak dalam hati….
Ya,,, Tuhan,,,, aku baru lihat dia sebahagia ini.
” tentu saja ” jawabku seloroh ….
” tapi …. ”
” tapi apa wes ? ”
” antarin aku pulang, aku capek dari tadi jalan kaki ”.
” tentu saja ”, kulihat selorohnya yang lain dari biasanya itu, membuatku sedikit merinding.
***
Tiba dirumah, kulihat mama dan papa sedikit panik dan agak gelisah, tapi setelah aku turun dari mobilnya bryan, mama agak sedikit tersenyum.
” kamu kemana ajha ? Tadi bryan telpon …. ”
” aku gak kemana mana ma, cuma jalan-jalan ”
tiba-tiba mama memelukku, dan berucap.
” lain kali kalau mau jalan-jalan, jangan pakai alasan ke kamar kecil donk ”.
Aku agak sedikit kaget, dan menoleh ke bryan.
” kamu yang kasi tau mama ya ? ” selorohku
” maaf, tuan putri… Abisnya aku khawatir ”.
Tersentak kami tertawa bersamaan, kegelisahan tadi hilang begitu saja. Aku berdoa didalam hati, semoga Bryan tak akan menyakiti hatiku. Karena aku sangat bahagia, refleks aku memeluk Bryan dan berucap kecil ditelinganya
” I love you bryan, kamu adalah sahabat, kekasih, juga pendamping untukku ”.
Bryan hanya tersenyum kecil dan mengecup keningku. Berpamitan iya dengan papa dan mama, malam ini begitu indah.
***
Hari-hari aku lalui dengan bryan begitu indah, selang beberapa bulan, acara pernikahan pun akan dilaksanakan, inilah puncak sekaligus jawaban untuk segala pertanyaanku.
Menikah adalah ikatan yang kuat untuk kami yang saling mencinta, tak ada yang dapat memutuskan tali itu, selain kami sendiri, takdir dan maut. Ibaratkan pohon tiada berbunga, dan berbuah… Seperti itulah cinta, jika tidak diikat dengan tali pernikahan, tiada sempurna rasanya.

cerita

Dengar engkau wahai manusia …..
Aku tidak mendendam (marah) kepada suamiku yang menyukai wanita itu atau dia menduakanku.
Tapi aku marah karena dosanya menzinahi wanita itu,. Seandainya jika memang dia menyukai / mencintainya.
Nikahi dia, jadikan dia syah sebagai pelayan (istri) untuk hidupmu. Demi Allah, aku tidak mengharamkan Poligami, yang aku haramkan adalah perbuatan Zina.
Aku tidak ingin dia (suami) berzina, hanya karena aku tidak menghalalkan mereka. Jika dia ( suami ) tidak adil kepada istri – istrinya, maka hukumlah dia.

STORY

Perasaan itu mulai berkecamuk lagi di dalam hatiku. Setiap aku mengingat dan teringat akan hal itu, aku seperti ingin marah. Tapi aku tak mengerti akan marah pada siapa. Rasa cemburuku, tak elak lagi sungguh sangat begitu besar, hingga dapat merubah rasa cintaku menjadi rasa Benci.
Berbagai macam cara dari artikel yang kubaca di Internet dan berbagai media, untuk menghilangkan sedikit rasa cemburuku atapun marahku namun sia – sia karena tak ada satupun yang enggan masuk kedalam otakku.
Pekerjaanku akan sangat kacau jika rasa itu datang tiba – tiba menghampiri pikiran dan perasaanku.
Sama seperti malam ini, Ah ….. entah apa yang ada di otakku saat ini. Rasa penasaranku dengan Message dari Istrinya membuatku Galau Sekali. Padahal aku sudah tahu rasa penasaranku itu tidak akan pernah berbuat baik untuk perasaaan juga otakku.
Seharusnya aku agak sedikit mengerti dan lebih mengerti tentang itu, tapi otakku terlalu bodoh untuk tidak memikirkannya.
Sekarang aku hanya terpaku di depan Computerku yang sedari tadi menyala tanpa arti, dan yang kulihat saat ini begitu buram sekali. Entah mataku yang akan mulai rabun atau mungkin kebosananku kali ini hingga semua terasa buram dan bosanku kali ini aku melihat Computerku untuk tiap malam ku isi dan kutulis dengan Cerpen Terbaruku.
Tapi kali ini, aku hanya bisa melototinya tanpa dapat aku berpikir lagi apa yang akan kutulis.
Oh …… Tuhan ………, bantu aku sekali ini saja. Buat aku tertidur pulas malam ini walau masih sangat awal malam ini. Untuk yang kesekian kalinya aku menghembuskan nafas panjang, karena berkali kali ku pandangi Handphoneku tak ada satupun Message yang masuk darinya yang membuat kau sedikit bisa bersemangat malam ini. Entah dia sibuk atau pura – pura sibuk dan nantinya akan berlagak bersalah ……
Fiuhhhh, aku sampai hapal sifatnya itu.
Sudah 4 jam aku duduk sia – sia memandangi Computerku ini yang menyala tanpa arti, dan tanpa ada hasil sedikitpun karena pikiranku mulai Blank dan mungkin akan Hang.
Perlahan angin malam masuk melalui Jendela dan mengelilingi tubuhku kemudian melilit tulang berulangku hingga dingin terasa menusuk sekali. Kupandangi keluar tampaknya cuaca mulai mendung, aku mulai berpikir untuk sebaiknya aku masuk kekamar dan mencoba mencari apa yang bisa kau lakukan lagi disana. dengan sangat malas sekali ku tutup Jendela dan mematikan computerku, dan dengan jalan yang sedikit Gontai sekali, aku berjalan menuju kamarku yang tak seberapa jauh dari tempatku duduk barusan. Kulihat tampaknya Ayah dan Ibu sudah tidur, mungkin mereka kelelahan setelah kerja banting tulang untuk kami malam ini. Diruangan keluarga aku lihat hanya ada Adik Bungsuku yang sedang asik dengan habitatnya, yaitu menonton Film kesukaannya sambil mengunyah cemilannya.
” Kenapa Belum Tidur ? ” Sapaku.
Dia hnaya melongo sebentar, melihat siapa yang berbicara kemudian kembali lagi kedunianya sendiri lagi.
” Huh ……… ” Gerutuku dalam hati, karena sangat mengesalkan bagiku. Aku berlalu darinya dan sepertinya aku merasa jalanku semakin pelan saja hampir – hampir tak ada pergerakan sekali dari kakiku untuk melangkah lebih lebar lagi agar cepat sampai dikamar dan cepat merebahkan tubuhku yang sudah berasa mulai lemas.
Aku berhenti sejenka dikamar adik Sulungku, kulihat sekilas Dia sedang mengganti Popok anaknya. Mungkin Lucu kedengarannya, kalau adikku sudah berkeluarga. Bukan karena hamil duluan atau yang lainnya, tapi mungkin dia ngebet pengen kawin ajha.
Sesampainya dikamar, kututup Pintu rapat – rapat berharap tak ada yang akan menggangguku dari luar sana dan segera ku hempaskan seluruh badanku ke kasur tempat tidurku.
Hups …… lega rasanya ketika aku merasa sampai juga aku dikamar setelah sempat berpikir mungkin tak akan sampai di sini.
Kucoba lihat kembali Handphoneku,.
” Huh ….. Masihpun tak dibalas “, Gerutuku sendiri.
Kulempar Handphoneku ke Sofa didekatku, berharap aku tak perlu lagi melihatnya karena akan semakin membuatku kecewa.
Tidur pulas adalah pilihan terakhirku, walau awalnya sangat susah memejamkan mataku. tapi akhirnya terlelap juga sekitar Jam 01.00 pagi, mungkin karena lelah berpikir dengan cerita hidupku yang gak nentu kurasa.

Gila Bola

Suatu ketika, sebuah Pesawat Hercules di perintahkan untuk membawa 20 orang yang Stress alias Gila. Tetapi, orang-orang gila ini bukan gila biasa justru yang ada yang dibawa ini malah orang – orang yang Gila Bola, dan orang – orang gila akan diterbangkan dari Medan menuju ke Papua.

Setelah lepas landas, dan tiba di atas pak Pilotnya mendengar suara berisik di dalam ruangan tempat orang-orang gila tadi dikumpulkan. Terkejut si Pilot karena melihat orang – orang gila itu bermain bola di dalam pesawat karena mungkin tempatnya yang luas dan pas buat main bola ( ^_^) , si Pilot pun melapor kepada Kaptennya.
” Ten, mereka main Bola di dalam pesawat “
dengan wajah yang kaget bercampur sedikit marah Kapten Menjawab
” bilang Orang itu, jangan main bola di dalam pesawat”.
pergilah si Pilot dan menyampaikan apa yang di sampaikan Kapten kepadanya.
” Hei, jangan main bola di dalam pesawat ya !!!! “
Semua diam, dan pilot pun kembali lagi ke depan.
Selang berapa lama, terdengar kembali suara gaduh – gaduh di belakang, si Kapten merasa agak terganggu.
” Coba kau tengok itu di belakang, kenapa lagi mereka itu !!! “
Si Pilot pun melihat sebentar dan tidak lama berselang si Pilot kembali.
” Main bola Kapten “.
Agak Gusar mungkin si Kapten pun berucap
” Bilang sama mereka, jangan main bola di dalam pesawat. Kalau mau suruh mereka main di luar “
Dengan Patuh si Pilot kembali keruangan dan menyampaikan apa yang dia dengar dari kaptennya kepada orang – orang gila itu dan kembali lagi kedalam.
selang sekitar 2 jam, Kapten berucap kepada pilot,
” Cak kau liat dulu sebentar ke belakang, sudah 2 jam perjalanan kita, mereka tidur atau ngapain !!! “
Berjalanlah si Pilot kebelakang, di temukannya sebagian dari orang – orang gila itu tak ada, saking bingungnya dan penasaran dia pun bertanya dengan beberapa orang gila yang masih ada di dalam pesawat.
” Yang lain kemana ? kok gak ada ? “, salah satu dari orang gila menjawab
” kan tadi bilangnya kalau mau main jangan di sini, di luar aja, jadi ya mereka main di luar “
” terus kok kalian masih di sini, gak ikut keluar ???? “
” KAMI KAN PEMAIN CADANGAN “.
hahahahahahahahahahhaaaaaaaaaaa

Colombus dan Telur

Ini sebuah cerita kecil di balik kesuksesan Columbus yang menemukan Benua Amerika. Setelah penemuan yang fenomenal itu, Columbus menjadi sangat terkenal dan diagung-agungkan oleh Raja dan seluruh rakyat. Columbus pun diangkat menjadi bangsaan kehormatan kerajaan. Kepopuleran Columbus itu membuat beberapa orang menjadi iri kepadanya.

Pada suatu hari, Columbus mengadakan perjamuan makan. Dalam perjamuan makan itu. Dia menceritakan semua kisah yang dihadapi dalam pencarian Benua baru tersebut. Semua tamu undangan terpukau dan mengakui kehebatan Sang Penemu Benua Baru tersebut, namun beberapa orang yang iri dengan sinis berkata,” “Apa hebatnya dia ?? Dia cuma berlayar dan kebetulan saja menemukan benua baru. Siapa saja juga bisa melakukan itu”. Mendengar hal tersebut, Columbus kemudian menantang para orang yang iri tersebut. “Marilah kita bertanding untuk membuktikan siapa yang lebih baik. Barangsiapa yang bisa membuat telur-telur rebus itu berdiri di atas meja makan ini, maka ialah orang yang terbaik dan semua gelar-kekayaanku akan kuserahkan padanya”

Orang-orang yang iri tersebut menerima tantangan Columbus.

Kemudian mereka mulai berusaha untuk membuat telur-telur rebus itu berdiri di atas meja makan. Namun karena telur adalah benda yang ellips/hampir bundar, maka cukup mustahil untuk bisa berdiri di atas meja. Setiap dicoba didirikan, telur-telur itu langsung saja menggelinding jatuh. Akhirnya mereka pun menyerah.
Kini tiba giliran Columbus. Columbus memegang telur rebus itu di atas meja dengan posisi berdiri sambil dipegangi, kemudian dengan tangan yang satunya Columbus menekan ujung atas telur rebus itu ke meja sehingga ujung bawah telur menjadi remuk dan memipih (tidak lonjong lagi) sehingga telur tersebut bisa berdiri tegak di atas meja. Melihat hal tersebut, orang-orang yang iri dengan sinis berkata “Ah… kalo caranya seperti itu, kami juga bisa membuat telur rebus itu berdiri” Dengan bijak dan sambil tersenyum, Columbus berkata “KALO BEGITU, MENGAPA TIDAK KAMU MELAKUKANNYA ?”

Cerita di atas hendak memberitahukan kita bahwa KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN BERASAL DARI SUATU TINDAKAN NYATA ATAS GAGASAN.

Columbus dan beberapa orang pada masa itu mempunyai gagasan atau teori tentang bumi yang bulat. Teori tersebut merupakan teori yang jelas-jelas bertentangan dengan kepercayaan dunia pada waktu itu yang mempercayai bahwa buki itu datar seperti piring. Ketika Columbus mengutarakan niatnya untuk melakukan ekspedisi lautnya, banyak orang, termasuk keluarganya, yang menganggapnya gila. Namun Columbus tetap teguh dan gigih pada pendiriannya. Perjuangan Columbus tidaklah ringan untuk membuktikan bahwa bumi itu bulat. Ancaman hukuman mati atas pengingkaran hukum Tuhan sampai pemberontakan anakbuah kapalnya, ia hadapi dengan tegar sehingga pada akhirnya Sejarah mencatatnya sebagai salah satu penemu benua dan pelaut andal.

Seringkali kita menemukan orang atau bahkan diri kita juga mengalaminya yaitu kita mempunyai gagasan / ide / konsep namun terlalu takut untuk mewujudkannya dalam sebuah aksi nyata, dan akhirnya ide itu hanya menjadi semu. Ketakutan atas kegagalan, penilaian miring orang lain, penderitaan dan sebagainya membuat kita terhalang untuk menemukan kesuksesan. Ketakutan ini pula yang membuat kita terkadang merasa iri akan keberhasilan orang lain. Kita sering berkata miring atas keberhasilan orang lain”Ah…dia sih cuma beruntung aja,…Aku pun bisa melakukannya” Jadi apa yang anda pilih ? GAGAL KARENA TERLALU TAKUT UNTUK GAGAL ? ATAU BERHASIL KARENA TIDAK TAKUT GAGAL ?

HANYA ANDA YANG BISA MEMILIH

Selamat beraktifitas dan sukses selalu sobat

Rapuh

Hujan yang sangat lebat semalam membuat jalanan memang semuanya tanah tanpa ada sedikit campuran Aspal di atasnya.
hujan yang cukup membuat lumpur semua kaki ku
karena harus berjalan kaki menusuri jalan kuning yang licin
menuju sekolah yang cukup jauh dari rumah gubuk nenekku, sejauh ini memang baru – baru ini didesa ku baru ada sebuah sekolah yang terhitung sangat sederhana, tapi tak mengurung niat kami untuk berjalan berkilo kilo hanya untuk menimba ilmu disana, yang datang bukan hanya anak – anak, tetapi para orang tua dan remaja pun seperti aku juga ikut belajar disana. Kami tak pernah memungkiri kalau transportasi memang agak bahkan sangat sulit di sini, semuanya melakukan aktivitas dengan berjalan kaki, hanya beberapa yang mengunakan sepeda, itupun bukan sepeda yang bagus seperti dikota – kota besar yang digunakan oleh orang-orang dengan harganya yang mungkin tak pernah sebanding dengan didesa kami.
Aku masih terus melangkah dengan cepat takut aku terlambat sampai disekolah yang dari dulu kami idamkan.
Ya, ini hari pertama kami masuk sekolah, betapa tidak bahagianya hati saat sebuah impian muncul setelah terpendam begitu lama, keinginan ku untuk sekolah membuat senyumku semakin lebar pagi itu. Ku lihat orang berbondong – bondong datang menuju satu tempat yang sama kami tuju, sebuah rumah kecil didepan sana dengan meja bangku kayu kosong menanti untuk kami isi.
Aku duduk di bagian paling depan pojok sebelah kiri, aku berpikir dengan aku duduk di depan aku lebih leluasa memandang papan tulis yang hitam dan kapur yang putih menyatu membentuk sebuah hurup yang nanti aku baca dan aku salin dalam otakku.

Terhempas

Kayla menatap komputer didepannya tanpa berkedip. Berulang kali Kayla berkonsenrrasi untuk mencari selisih dari hasil perhitungan keuangan kantor.

Biasanya Kayla mampu menyelesaikan pekerjaannya itu dalam hitungan menit. Namun kali ini, sudah menjelang makan siang angka selisih yang dicarinya belum juga ditemukannya.

Kepala Kayla menjadi amat sakit ketika dia memaksa otaknya untuk berpikir, karena secara besamaan otaknya mengingatkan kejadian tadi pagi.

Ben mengirimakan pesan pendek ke Handphone Kayla yang isinya membuat dia merasa teramat sakit.

“Maafkan aku, kemarin aku tidak dapat menemuimu”

Kalimat itu yang pertama muncul. Kayla sudah memaafkan dan melupakan kejadian kemarin sore. Walaupun kemarin dia pulang dengan hati penuh tangisan, namun Kayla mencoba mengerti.

Kayla mengerti dan memaafkan Ben, meski kemarin bukan pertama kalinya Ben mengikari janjinya.

Tapi Kayla bertahan untuk menanti kehadiran Ben walaupun harus terus menerima kenyataan pahit dan menyakitkan.

Kalimat terakhir dari pesan singkat Ben yang muncul, membuat Kayla menjadi hancur.

“Maafkan aku juga, karena aku tidak bisa bersamamu lagi selamanya. Aku pergi Kay”

“Maafkan aku”

Kayla merasa seolah raganya terhempas dari ketinggian impian merengkuh kasih yang selama ini dia coba daki, dan menjadi kepingan kekecewaan yang teramat sangat dalam hempasan itu.

Seakan tidak percaya, dibacanya pesan tersebut berulang-ulang, mencoba meyakini mata kalau yang dilihatnya adalah tulisan yang nyata.

Kayla Sempat berharap dalam hati, matanya yang salah membaca tulisan itu.

Setelah yakin bahwa kalimat yang ada dihandphonenya tidak berubah, Kayla menekan no handphone Ben.

Kayla berharap Ben akan mengatakan kalau dia salah mengirim pesan, atau Ben ingin mengajaknya bergurau seperti yang sering dia lakukan.

Handphone Ben tidak dapat dihubungi. Kayla mencobanya berulang kali namun handphone Ben tetap tidak dapat dihubungi.

Hati Kayla sakit. Matanya panas dan sedetik kemudian airmata menetes dipipinya. Cepat Kayla mengambil tisu dan menghapus pipinya yang basah.

Dengan menunduk Kayla berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju toilet diluar ruangan kantor. Dia tidak ingin orang sekantor mengetahui kesedihannya.

Sampai ditoilet, airmatanya semakin deras mengalir.

“Oh Tuhan, mengapa dia meninggalkan aku”

“Aku mengerti, aku mengalah selama ini”

“Apa salahku sehingga dia tega pergi Tuhan”

Kalimat-kalimat itu datang bergantian dihatinya. Hatinya menjadi teramat sakit seakan hatinya dirobek dengan paksa.

Sungguh Kayla tidak pernah merasa sesakit ini..

“Kalau memang pada akhirnya dia harus pergi, mengapa kau tanamkan cinta yang teramat dalam untuknya dihatiku Tuhan”

Kayla tak mampu meredam kesedihan yang teramat sangat dan membiarkan airmatanya terus mengalir. Berharap airmatanya mampu meredakan kesakitan yang sedang dia rasakan.

Setelah membiarkan dirinya menangis untuk sekian menit, akhirnya Kayla sadar. Ben tak akan pernah kembali walaupun darah yang keluar dari matanya.

Kayla membasuh mukanya berulang kali untuk menghilangkan bekas tangisan diwajahnya dan dia harus menunggu beberapa saat sebelum akhirnya matanya yang merah hilang.

Yakin akan bekas tangisan dan mata merahnya sudah hilang dari wajahnya, Kayla kembali ke meja kerjanya.

Dan kini dia harus berusaha keras mengarahkan otaknya untuk berkonsentrasi pada pekerjaannya, dan mencoba menghilangkan perasaan sedihnya.

Kayla tidak tahu apa yang nanti akan dia lakukan ketika kerinduan pada Ben datang, atau saat dia tidak mampu lagi menahan sakit hati dan kesedihan atas kepergian Ben.

Kayla ingin mengingkari otak yang merekam kejadian sedih pagi tadi, karena yang Kayla inginkan saat ini adalah dia mampu menyelesaikan pekerjaannya dengan segera..

‎2 Serigala

Ada 2 ekor serigala di hutan Rica-rica, serigala B menantang serigala A untuk menangkap seekor kelinci yang sedang makan wortel, tidak jauh dari tempat mereka berdiri,

“Ayo Serigala A, kamu bisa ngga tangkap kelinci itu?” tanya serigala B,

“Ah, itu gampang, lihat saja nih!” Jawab serigala A, dan dengan sigap serigala A itupun melompat ke arah kelinci tersebut, dan berlari mengejarnya.

Sedangkan kelinci yang melihat serigala itu, langsung lari terbirit-birit ketakutan, tanpa pikir panjang wortel yang masih dikunyahnya di lemparkan ke arah serigala tersebut,

“DUAAAKK!!” begitu suaranya..

Karena serigala adalah binatang yang kuat, maka wortel kecil yang mengenai kepalanya tidak terasa sama sekali, serigala tersebut tetap mengejar kelinci itu, 1 menit.. 2 menit.. 3 menit… sampai 5 menit..

Serigala itu belum dapat menangkap kelinci itu, karena kelinci itu larinya lebih kencang. serigala itupun kelelahan, dan menghentikan pengejarannya.

Dengan perasaan yang sangat malu, dia menunduk berjalan dan kembali ke temannya serigala B.

Setelah sampai di tempat serigala B, maka serigala B itupun bertanya, “Bagaimana? Apakah kamu bisa menangkapnya ?” tanya serigala B, lalu serigala A hanya menggeleng-gelengkan kepalanya yang masih tertunduk.

Serigala B lalu melanjutkan perkataanya : “Kamu tahu, kenapa kamu tidak bisa menangkap kelinci itu? Kamu kalah, karena kamu tidak serius. Kamu berlari mengejar kelinci hanya untuk pamer saja, sedangkan kelinci itu berlari untuk nyawanya.”

Mungkin kita tertawa mendengar cerita ini, betapa bodohnya seekor serigala yang seharusnya dapat berlari sangat kencang, tetapi tidak dapat menangkap seekor kelinci.

Tapi, kita dapat mengambil pelajaran dari serigala tersebut, untuk orang yang sudah bekerja, mungkin Anda merasa, Anda sangat lelah, Anda capai dengan pekerjaan Anda, Anda merasa bosan, Anda merasa tidak ada kemajuan sama sekali dalam pekerjaan Anda, Itu dikarenakan karena Anda tidak serius dengan pekerjaan Anda. Cobalah pikirkan kembali, apakah tujuan sebenarnya Anda bekerja? Apakah pekerjaan Anda yang sekarang sudah cocok dengan bidang Anda? Terkadang ada orang yang bekerja, karena tuntutan orang tua agar mencari uang sendiri, atau kadang juga ada orang yang bekerja, karena mereka merasa ‘harus’ bekerja untuk membantu orang tua mereka menghidupi keluarganya, atau ada juga orang yang bekerja karena untuk dapat pamer pada teman-temannya, pada sanak saudara, bahwa dia sudah bekerja.

Memang bekerja tidaklah salah, tapi jika pekerjaan itu dilakukan dengan tidak serius atau ‘separuh hati’ maka Anda akan merasa bosan, merasa malas untuk bekerja, tidak ada gairah. Lain halnya jika Anda bekerja, karena Anda benar-benar menyukai pekerjaan tersebut dan sesuai dengan bidang Anda, Anda akan enggan berhenti bekerja untuk beristirahat, setiap pagi Anda akan selalu terbangun dengan wajah yang berseri-seri.

Please God help me

Entah kenapa hari ini serasa beda kurasa, entah egois atau terbawa emosi aku pun tahu karena tiba – tiba aku harus memutuskan ini, munghkin ini pikiran sesaat karena hari ini aku tak dapat lagi mengerti keadaanmu. Mungkin juga itu salahmu karena terlalu banyak omong bual mu yang kau lontarkan dengan sangat ringannya. Aku ingin marah, tapi tak tahu harus marah dengan siapa, aku harap saat ini dan seterusnya kau tak lagi menghubungi ku, bukan benci yang aku rasa tapi aku terlalu banyak kecewa karena kata – katamu, hanya ingin istirahatkan hati dan telingaku dari semua kata – kata yang kau lontarkan dan yang seperti angin lalu bagimu, tapi tidak bagiku.

Menunggu adalah pekerjaan paling membosankan untuku, aku lelah sekali Tuhan. Hari ini tak ada artinya bagiku, semua terasa begitu lama , lama …….. sekali dan entah apa yang membuat ini bisa berlalu cepat.m Aku capek, sungguh aku lelah kerana semua ini. Aku ingin mengakhiri tapi selalu tak mampu dan tak mampu, kalau saat sakit seperti ini hati aku semua terasa mengesalkan, pekerjaan, orang – orang terdekat, teman-teman, semuanya. Tak ada yang bagus kurasa hari ini, ingin istirahat menghilangkan semua ini, aku ingin semuanya.

Tuhan bantu aku ………